Home » Informasi » Sorotan Kita

Sorotan Kita


Kondisi Gizi Buruk Pada Balita Di Jawa Barat

02 Januari 2007 00:00:00 0Penulis : ERI/LITBANG KOMPAS


Gizi buruk masih menjadi masalah sosial dan kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Tahun 2005, hampir satu persen balita di Jabar dinyatakan mengidap gizi buruk. Relatif tingginya kasus gizi buruk di provinsi ini berkorelasi dengan tingkat kemiskinan. Gizi buruk adalah kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam asupan makanan sehari-hari. Seorang penderita gizi buruk tidak mendapatkan minimum angka kecukupan gizi (AKG). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, tahun 2005 sebanyak 25.735 balita berstatus gizi buruk. Lima balita di antaranya kurang protein (kwasiorkor), 102 balita kekurangan kalori (marasmus), dan busung lapar (marasmus kwasiorkor) 20 balita. Dari 25 kabupaten/kota di Jabar, Kabupaten Cirebon adalah daerah dengan kasus gizi buruk tertinggi, mencapai 14,5 persen dari total kasus gizi buruk di Jabar. Tahun 2005, sebanyak 3.740 balita di wilayah ini berstatus gizi buruk. Berikutnya, Kabupaten Bandung dan Cianjur, masing-masing 3.653 dan 1.708 kasus. Adapun kasus gizi buruk terkecil terdapat di Kota Cimahi dan Kota Banjar. Tingginya kasus gizi buruk balita di sejumlah daerah terkait dengan daya beli masyarakat yang makin berkurang, terutama di kantong-kantong kemiskinan di Jabar. Tiga daerah tersebut merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jabar, saat ini di Jabar terdapat 2,9 juta rumah tangga miskin. Rumah tangga miskin terbanyak di Kabupaten Bandung, 281.624 keluarga. Kasus gizi buruk juga berpotensi banyak ditemukan di wilayah pantai utara (pantura) Jabar. Pasalnya, rumah tangga miskin di wilayah ini termasuk 10 besar tertinggi di Jabar. Misalnya, Kabupaten Cirebon memiliki 203.203 rumah tangga miskin, serta ditemukan pula banyak kasus gizi buruk pada balita. Begitu pula Kabupaten Karawang, terdapat 190.548 rumah tangga miskin. Hingga triwulan I tahun 2006, tercatat 15 balita meninggal karena gizi buruk. Selain itu, lebih dari 2.000 balita berstatus gizi buruk. Selain di pantura, wilayah selatan Jabar, seperti Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, juga rawan gizi buruk. Lebih dari 300.000 keluarga miskin terdapat di dua daerah itu. Relatif tingginya kasus gizi buruk di Jabar merupakan tantangan pembangunan kesehatan. Tanpa program terpadu, perbaikan gizi, dan peningkatan kesejahteraan warga, bisa jadi dalam dua dasawarsa mendatang mereka menjadi generasi yang hilang..

Sumber : http://www.kompas.com | File : | Dibaca : 1851 x

Sorotan Terkait



Form Komentar Sorotan Kita

Punya komentar terhadap berita ini?! tuliskan komentar anda terhadap berita di atas.

Baca Juga :
22 Oktober 2013 09:41:59

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

 < 1 >  Last ›