Tanggal : 01 Oct 2018

Bulan Eleminasi Kaki Gajah Upaya Mendukung Pencapaian Eleminasi Kaki Gajah Di Provinsi Jawa Barat

Penulis : developer
Dibaca : 96 Kali

Print Friendly and PDF
      Setiap Bulan Oktober merupakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang diharapkan pada Bulan Oktober di Daerah  Endemis Filariasis/Kaki Gajah masyarakat secara serentak minum obat pencegahan Filariasis. Filariasis merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh nyamuk. Cacing tersebut berada di saluran getah bening, terutama di daerah pangkal paha dan ketiak serta saluran getah bening besar lainnya. Saluran getah bening tersebut dapat mengalami kerusakan dan timbul peradangan. Terdapat 3 spesies cacing Filaria/Mikrofilaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Di Jawa Barap pada umumnya dari spesies Wuchereria bancrofti, Brugia malayi. Penyakit ini ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing filaria (mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Pada waktu nyamuk menghisap darah orang tersebut, anak cacing ikut terhisap dan masuk ke dalam badan nyamuk. Di dalam tubuh nyamuk, satu hingga dua minggu kemudian anak cacing berubah menjadi larva dan ditularkan pada orang lain waktu nyamuk meng­gigitnya. Semua jenis nyamuk bisa menularkan Kaki Gajah, sementara tempat perindukan nyamuk cukup banyak seperti pada genangan saluran limbah rumah tangga, rawa-rawa, semak-semak dan persawahan.

Eliminasi Filariasis

Indonesia menetapkan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah sebagai salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit menular, dengan menerapkan dua strategi utama:

  • Memutuskan rantai penularan penyakit Kaki Gajah dengan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Penyakit Kaki Gajah di Kabupaten/ Kota Endemis Penyakit Kaki Gajah.
  • Upaya pencegahan serta membatasi kecacatan dengan melaksanakan program Penatalaksanaan Penderita Penyakit Kaki Gajah.

Pada Belkaga bulan Oktober ini diharapkan penduduk usia 2 – 70 tahun minum obat DEC dan Albendazole dapat mengurangi Mikrofilaria yang ada di Daerah Endemis. Di Jawa Barat pada tahun 2002 -2006 dinyatakan terdapat 11 Kabupaten/Kota yang merupakan daerah Endemis Filariasis yang harus melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis pada penduduk usia 2 – 70 tahun dengan implementasi unit 1 Kabupaten. Obat ini harus diminum langsung di depan petugas Kesehatan.  POPM Filariasis ini memiliki manfaat ganda yaitu kecuali membunuh cacing Filaria juga bisa membunuh cacing usus.

          Pada tahun 2018 ini sudah terdapat 2 Kota yang mendapatkan Sertifikasi Eliminasi Filariasis yaitu Kota Bogor dan Kota Depok, sedangkan Kabupaten Bandung pada Pencanangan Belkaga tahun ini akan menerima Sertifikasi Eliminasi Filariasis oleh Menteri Kesehatan RI. Terdapat 5 (lima) Kabupaten/Kota yang sudah menyelesaikan POPM Filariasis selama 5 tahun yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Tasikmalaya sedangkan 3 Kabupaten lagi sedang melaksanakan POPM Filariasis periode ke empat yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Purwakarta. Kabupaten Bogor dan Kabupaten Kuningan merupakan Daerah Penanggulangan Stunting jadi melaksanakan POPM Filariasis dan POPM Kecacingan 2 kali setahun. Kebutuhan obat untuk ke dua Kabupaten yaitu Kabupaten Kuningan dan Purwakarta sudah tercukupi sedangkan Kabupaten Bogor masih mengalami kekurangan untuk obat DEC yang dijanjikan oleh Pihak Rekanan pada Minggu ke 2 Bulan Oktober 2018 akan segera terpenuhi. Kasus Kronis di Jawa Barat s/d Tahun 2018 sebanyak 909 penderita yang tersebar pada 27 Kab/Kota.

Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang