Tanggal : 23 Oct 2017

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2017

Penulis : Agus Salim
Dibaca : 700 Kali

Print Friendly and PDF

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap hari Kamis mingu kedua bulan Oktober yang dicanangkan oleh WHO pada tahun 1999. Tema Hari Penglihatan Internasional yaitu “Make Vision Count” adapun tema Nasional yaitu “Mata Sehat Investasi Bangsa” dengan fokus peringatan adalah gangguan refraksi walaupun tetap memperhatikan katarak sebagai penyebab kebutaan tertinggi dan retinopati diabetikum semakin meningkat dengan tingginya angka penyandang diabetes melitus, sedangkan untuk kegiatannya berupa promosi kesehatan dan deteksi dini.

Seminar dan Talkshow dalam rangka peringatan hari penglihatan sedunia tahun 2017 di Kota Bandung diselenggarakan oleh STIKes Dharma Husada Bandung pada tanggal 22 Oktober 2017, pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr.H.Dodo Suhendar, MM. memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar dan talkshow tersebut mengungkapkan bahwa, masalah ganguan penglihatan di Indonesia khususnya Jawa Barat telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, oleh sebab itu, perlu upaya penanggulangan yang terpadu dengan pelibatan semua sektor termasuk profesi di dalamnya, sehingga di masa mendatang tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat

Saat ini, sekitar 314 juta orang di dunia mengalami penglihatan lemah dan 45 juta diantaranya  merupakan  kasus  kebutaan.  Dengan  rincian,  87%  insiden penglihatan lemah tersebut terjadi di negara berkembang dan sepertiganya terjadi di  Asia  Tenggara. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukan data ganguan penglihatan karena katarak sebesar 1.8% dan severe low vison sebesar 0.9%, sedangkan yang mengunakan kaca mata 4.6%, adapun hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB tahun 2014-2016 di 15 provinsi menunjukkan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan adalah kelainan refraksi 10-15% dan katarak 70-80%.

Pada hasil Riskesdas 2013 untuk ganguan penglihatan karena katarak diperoleh data bahwa sebagian besar penduduk dengan katarak di Indonesia belum menjalani operasi katarak karena faktor ketidaktahuan penderita mengenai penyakit katarak yang dideritanya dan mereka tidak  tahu bahwa buta disebabkan katarak bisa dioperasi/ direhabilitasi.

Data ini menunjukkan bahwa tindakan kuratif saja tidak bisa menyelesaikan masalah ganguan penglihatan. Terkait dengan itu, pada peringatan hari penglihatan sedunia tahun 2017 , Indonesia berfokus pada Peningkatan kesadaran masyarakat dengan promosi kesehatan dan deteksi dini ganguan penglihatan melalui Pos Pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), penjaringan kesehatan di sekolah, tempat kerja serta deteksi dini tumbuh kembang anak.


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang