Tanggal : 07 Jun 2017

Jurus Sehat Berpuasa

Penulis : developer
Dibaca : 278 Kali

Print Friendly and PDF
Puasa terbukti mampu meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit maag, tekanan darah tinggi, 
dan kadar gula darah akan lebih terkontrol

''Hausnya itu  lho nggak tahan,'' kata Endah ketika memulai puasa Ramadhan, pekan lalu. Walau merasa  sangat  haus,  toh  akhirnya Endah  sampai  juga  ke  bedug  Maghrib". Tapi  begitu menyeruput  teh  manis  saat  buka,  aduuh  rasanya  nikmat  banget. " Rasa haus  yang  seharian kutahan itupun hilang sudah,'' tutur ibu dua anak ini.

Menahan lapar dan haus, apalagi pada siang hari yang panas terik, terkadang memang butuh perjuangan  tersendiri.  Namun,  jika puasa  kita  dilandasi  dengan  iman  dan  keikhlasan  untuk ibadah, rasanya rasa lapar dan haus itu tak berarti apa-apa. Apalagi jika kita menyadari bahwa puasa  ternyata  juga  membawa  begitu  banyak  hikmah  dan  manfaat  buat  kita,  salah  satunya manfaat kesehatan.

Penelitian menunjukkan, puasa sangat baik dilakukan oleh orang yang kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi. Bukan rahasia lagi, kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke, dan bila terjadi di daerah jantung maka timbullah penyakit jantung. Dari hasil penelitian pula diketahui, puasa  bisa   meningkatkan  kolesterol  'baik'  (HDL)  sebanyak  25   titik,  dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol 'jahat' (LDL).

Puasa  juga  akan  mengurangi  produksi  senyawa  oksigen  yang  bersifat  racun  (radikal  bebas oksigen).  Tahukah Anda,  radikal   bebas   oksigen yang berlebihan  di dalam  tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas.

Bagi orang yang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe -2. Ini karena saat puasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi  hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih  jauh, hal ini  akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam  menormalkan kadar gula  darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe -2.

Selain  itu,  seperti  dijelaskan  oleh  dokter  Probosuseno  SpPD,  spesialis  penyakit  dalam  dari Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta, ada beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan, yaitu:
  • Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh.
  • Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun.
  • Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa. Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik.
  • Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.

Lakukan secara benar

Nah, agar puasa yang tengah kita jalankan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesehatan, maka laksanakan puasa dengan benar. Puasa yang benar artinya puasa yang sesuai dengan kaidah agama, juga kesehatan. Untuk itu, simak beberapa tips dari Probosuseno berikut ini:
  • Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari. Dalam hal minum ini, para lansia (lanjut usia) seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit. Namun demi kesehatan,  hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus. Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.
  • Untuk kebutuhan kalori, biasanya  wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria  2.100  kalori. Kalori sebanyak  ini  bisa  terpenuhi  dari  makanan  dan  minuman  yang disantap selama sahur dan buka puasa. Tapi tentunya, makanan dan minuman itu harus memenuhi standar gizi yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein, serta  vitamin  dan  mineral  secukupnya.  Untuk  makanan,  sebaiknya  pilih makanan  alami karena  lebih  aman.  Misalnya: karbohidrat  diperoleh  dari  nasi,  kentang,  mi  atau  jagung. Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.
  • Saat  berbuka  puasa,  hendaknya  tidak  makan  sekaligus  banyak,  tapi  secara  bertahap. Dimulai  dengan menikmati makanan  ringan  atau  minuman  yang  manis-manis.  Jika  Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat.
  • Sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari.
  • Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen.
  • Istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.
  • Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka.





Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang