Tanggal : 09 Jul 2015

KEMENKES TEGASKAN KLORIN DI PEMBALUT WANITA AMAN DAN BERKADAR RENDAH

Penulis : adesupriadi
Dibaca : 4095 Kali

Print Friendly and PDF
Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Maura Linda Sitanggang mengatakan pembalut wanita termasuk alat kesehatan dengan resiko rendah yang mendapat izin. Sebelum beredar di pasaran, pembalut wanita harus teruji mutunya.

"Itu sudah sesuai dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, di mana produk dengan resiko rendah hanya memberikan dampak minimal terhadap kesehatan pengguna," kata Maura saat jumpa pers menanggapi publikasi penelitian YLKI tentang pembalut dan pantyliner mengandung chlorine, di Gedung Adyatma, Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Dalam izin edar, kata dia, Kementerian Kesehatan mengharuskan setiap pembalut wanita memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI 16-6363-2000 tentang pembalut wanita terhadap daya serap minimal 10 kali dari bobot awal dan tidak berfluoresensi kuat. "Izin edar sudah dilihat keamanan, kenyamanan dan mutunya," imbuhnya.

Menurutnya, pihak Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji coba di laboratorium yang terakreditasi antara lain BPPOM dan Sucofindo.

"Kita sudah lakukan pengujian di laboratorium dan hasilnya tidak berfluoresensi kuat, tidak ada flouresensi yang menunjukkan kontaminasi bahan yang berbahaya," terangnya.

Lebih lanjut, dia menepis perihal temuan YLKI terhadap 9 pembalut dan 7 pantyliner mengandung chlorine. Pembalut yang beredar di masyarakat itu sudah memiliki izin resmi.

"Setiap orang boleh saja komentar, kami ada 3 lapis pengawas, produk-produk lain yang miliki izin edar silakan digunakan. Sembilan merek pembalut sudah memiliki uji edar, uji mutu, masyarakat tidak usah resah dan heboh," pungkasnya.

Sumber : Merdeka.com

Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang