Tanggal : 11 Mar 2015

Gubernur Ajak Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

Penulis : admin
Dibaca : 3331 Kali

Print Friendly and PDF

Dengan semangat “Hayu...! Robah sikep, ulah ngantep! Sangkan Ibu & Orok Salamet,” Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen bersama turunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) sebagai upaya gawat darurat yang seharusnya sudah di capai tahun 2015.
 
Dalam sambutannya yang dibacakan pada pembukaan rangkaian acara “Collaborative Learning: Upaya Gawat Darurat Penyelamatan Ibu & Bayi Baru Lahir” untuk Wilayah IV (Priangan Timur) di Bandung, Selasa (10/03), Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyampaikan ajakannya kepada seluruh jajaran pemerintahan, swasta, tenaga kesehatan serta  masyarakat.
 
Menurut Gubernur, memasuki triwulan pertama di tahun 2015 ini, IPM sudah harus bisa di capai dengan target Millennium Development Goals (MDG’s) harus segera diselesaikan.
 
“Saya nengajak kita semua untuk melihat situasi iniebagai kondisi “Gawat Darurat” yang harus segera diselesaikan melalui upaya “Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir,” untuk mewujudkan generasi Jabar yang kita idam-idamkan: cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.” Tuturnya.
 
Gubernur menambahkan, , target nasional MDG’s khususnya MDG’s 4 dan 5 tentang penurunan AKB dan AKI, seharusnya sudah tercapai pada tahun 2015.
 
“Berdasarkan Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) 2012, AKI Indonesia adalah 359 per 100.000 kelahiran hidup, padahal target MDG’s adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup. AKB di Indonesia adalah 32 per 1.000 kelahiran hidup, padahal targetnya 23 per 1.000 kelahiran hidup,” paparnya.


File :


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang