Tanggal : 05 Jun 2014 10:05 Wib

Informasi dari IBU Foundation

Diposting Oleh : admin
Dibaca : 1546 kali

Print Friendly and PDF

LAPORAN SITUASI BANJIR DAN LONGSOR KABUPATEN BANDUNG #3

22 November 2012.  00.00

SITUASI UMUM

Sejak Minggu 18 November 2012, hujan lebat di Bandung selatan masih terus turun hingga kini, hal itu mengakibatkan meningkatnya elevasi air di Sungai Citarum yang akhirnya menyebabkan banjir di beberapa kecamatan, banjir bandang di Cingcin Soreang, dan Longsor di Sadu, Soreang.

Para penduduk yang terkena banjir bandang pada hari Minggu 18 November 2012 telah memulai usaha membersihkan rumah mereka, sekalipun kebanyakan dari mereka masih mengungsi di masjid-mesjid sekitar lokasi banjir. Longsor yang menutup akses Bandung – Ciwidey telah dibersihkan, akan tetapi resiko terjadinya longsor susulan masih tetap tinggi karena kondisi tanah yang belum stabil dan hujan yang terus turun. Para korban yang dilaporkan terkena longsor hingga kini belum diketemukan. Beberapa lokasi di Cangkuang,  Kutawaringin, Katapang, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot juga dilaporkan mengalami kebanjiran.

Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi pertama antara organisasi-organisasi yang melakukan respon bencana telah dilakukan dengan difasilitasi oleh BPBD Kabupaten Bandung. IBU Foundation, IOM dan Plan international adalah sebagian dari organisasi yang mengikuti rapat koordinasi ini..

Pada rapat ini dihasilkan beberapa rekomendasi mengenai aksi yang akan dilakukan. Assessment bersama harus dilakukan untuk melaporkan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak. Rapat koordinasi ini sendiri akan dilaksanakan tiap jam 18.00 di kantor BPBD Kabupaten Bandung. Juga teridentifikasi kebutuhan untuk update dan peningkatan dari kualitas data, seperti pemisahan data gender dan usia dari korban.

Assessment Kebutuhan dan Respon

Sejak hari Minggu 18 November 2012, IBU Foundation telah mengirimkan 4 anggota ERT  untuk melakukan assessment dan respon terhadap banjir dan longsor di Bandung. Tim Leader dari IBU ERT, Dadan Mulyana, mengkoordinasi tim dan melakukan asistensi bagi BPBD Kabupaten  dalam manajemen data. 1 anggota IBU ERT Bekerja bersama anggota BPBD dan tim SAR untuk melakukan evakuasi korban longsor yang hinga kini belum dapat ditemukan. Anggota yang lain terus melakukan assessment di Kutawaringin, CPI, Dayeuhkolot dan Baleendah untuk memvalidasi data serta menemukan kesenjangan dalam respon.

Berikut adalah data terakhir di BPBD Kabupaten Bandung, tertanggal 21 November 2012

data korban bencana banjir kabupaten bandung 21 Nov 2012

Makanan dan Barang bukan Makanan

Secara umum kebutuhan untuk makanan dan barang-barang bukan makanan dapat dikatakan dalam kondisi baik, dalam kenyataannya penumpukan bantuan terjadi di CPI, Soreang. Hal ini terjadi karena luasnya pemberitaan oleh media termasuk social media mengenai lokasi ini. Akan tetapi masih ditemukan kekurangan dalam beberapa jenis bantuan spesifik yaitu paket kebersihan keluarga, alat kerja untuk membersihkan humah, alat sekolah bagi para siswa untuk kembali bersekolah.

Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah menginstruksikan Puskesmas untuk melakukan pelayanan kesehatan keliling di daerah yang terkena dampak banjir. Beberapa organisasi lain teridentifikasi membantu staf puskesmas dalam pelaksanaan program ini.

Air, Sanitasi, dan Promosi Kebersihan

Pada umumnya warga yang terkena dampak tidak kesulitan mendapatkan air bersih, hal ini dikarenakan jaringan pipa PDAM tidak terkena dampak bencana. PMI juga menyediakan tangki air di beberapa lokasi seperti di desa Pamentasan, Kecamatan Kutawaringin.

Psychosocial

IBU Foundation merasakan dibutuhkan untuk dilakukan assessment psychosocial di beberapa daerah dengan kondisi kerusakan yang berat seperti di CPI atau Pamentasan, dilanjutkan dengan memberikan layangan psychosocial first aid.

Pendidikan

Kebanyakan sekolah masih berjalan, kecuali SDN Ciseah di Pamentasan yang masih ditutup karena para siswa tidak memiliki alat sekolah dan seragam.

Para korban terutama anak sekolah membutuhkan alat sekolah dan seragam untuk dapat segera kembali bersekolah.

Evakuasi korban timbunan longsor

Para korban yang dilaporkan tertimbun longsor di Sadu, Soreang masih belum ditemukan. BPBD memutuskan untuk meneruskan evakuasi korban hingga setidaknya sampai hari Minggu, 25 November 2012.  Ada kemungkinan korban tidak terkubur tapi tersapu oleh aliran sungai di dasar lokasi longsor, karena meskipun tim SAR sudah menggali cukup dalam di lokasi, korban masih belum juga diketemukan.

Relawan IBU Foundation yang pada awal terjadinya bencana memimpin kegiatan SAR telah menyerahkan tanggungjawabnya kepada BPBD. Basarnas dan PASKHAS TNI AU akan melanjutkan pencarian.

IBU Foundation menidentifikasi beberapa daerah di sekitar lokasi longsor memiliki resiko yang tinggi untuk terkena longsor, mereka adalah Kampung Patrol dan Kampung Sirna Jati di Desa Sadu. Daerah lain seperti desa Cilame, kecamatan Kutawaringin juga memiliki bahaya yang cukup tinggi terhadap longsor.  IBU Foundation berencana untuk membantu masyarakat dalam pengurangan resiko bencana, atau setidaknya membuat rencana kontijensi.

Laporan Situasi di beberapa daerah yang terdampak paling berat

Situasi di Desa Pameuntasan, Kutawaringin

Data korban telah divalidasi sesuai table di atas.

Biofarma berkordinasi dengan Puskesmas setempat melakukan pelayanan kesehatan selama 3 hari, sampai Jum’at, 23 November 2012 mulai jam 08.00 hingga 15.00.

Bantuan logistic baik makanan maupun bukan makanan telah diterima oleh Posko Desa dan Posko Baraya Bandung yang mendistribusikan logistic tersebut pada masyarakat. Akan tetapi teridentifikasi bahwa beberapa barang belum terdistribusi dengan baik.

Bahan makanan seperti beras, mie instan, dan air mineral menumpuk di posko dan siap didistribusikan. Juga terjadi penumpukan bantuan pakaian di posko.

Rotary berkoordinasi dengan IBU Foundation telah mendistribusikan bantuan logistic bukan makanan seperti pakaian dalam, popok bayi, dan paket kebersihan pada hari ini.

Situasi CPI, Soreang

Penumpukan bantuan logistic terjadi di daerah ini, terutama mie dan baju. Terjadi kekurangan bantuan dalam paket kebersihan dan alat sekolah untuk anak.

Pelayanan Kesehatan Keliling dilakukan oleh Puskesmas Soreang selama 7 hari. Puskemas Soreang meminta bantuan tenaga kesehatan untuk rotasi dalam pelaksanaan program ini.

Situasi Balendah dan Dayeuhkolot

Pada dasarnya tidak banyak kegiatan respon bencana yang dilakukan di daerah ini dibandingkan dengan daerah lain yang terdampak. Ini mungkin terjadi karena area ini adalah area langganan banjir. Pengungsi yang tadinya dipusatkan di GOR Baleendah and Kwarcab, telah kembali ke rumah dan mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur.

Masyarakat mengatakan mereka membutuhkan paket kebersihan dan alat kerja atau sekedar tenaga bantuan untuk membersihkan rumah mereka.

FKPA, sebuah organisasi lokal mendirikan posko di area ini dengan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Menu Lainnya