Tanggal : 05 Jun 2014 10:05 Wib

Longsor di Kota Bogor

Diposting Oleh : admin
Dibaca : 1078 kali

Print Friendly and PDF

Longsor Hancurkan Puluhan Rumah, Seorang Tewas Tertimbun

BOGOR, (PRLM).- Lima rumah hancur berantakan dan puluhan lainnya rusak sedang hingga berat setelah tanah tebing yang dijadikan penopang rumah longsor di Kampung Padasuka RT 4 RW 13 Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (26/2) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang warga yang diketahui bernama Fatimah (70) diduga tewas tertimbun longsoran rumah. Kondisi lokasi yang penuh dengan kayu dan disertai hujan deras menyebabkan evakuasi terhadap Fatimah sulit dilakukan.

Salah seorang warga, Pujiyanto (64) mengatakan saat kejadian, korban masih terlihat berada di dalam rumah. "Korban sedang sakit stroke sehingga tidak bisa lari. Terakhir pas longsor korban masih terlihat di dalam rumah. Kayaknya sulit bagi korban untuk selamat dengan kondisi seperti itu," kata Pujiyanto.

Menurut dia dan sejumlah warga lainnya, bencana longsor ini sudah mulai terlihat tanda-tandanya pada Sabtu (25/2) malam. Bagian belakang rumahnya, yang berada di atas tebing mengalami keretakan. "Paginya keretakan makin menjalar. Bahkan ada kayak gempa dikit-dikit sampai puncaknya dua rumah yang ada di atas runtuh ke bawah dan menimpa tiga rumah lain yang ada di bawahnya, termasuk rumah Bu Fatimah," kata Pujiyanto.

Sementara itu, warga lainnya yang juga menjadi korban longsor, Andri mengatakan longsoran tanah bercampur potongan rumah itu terjadi dua kali. Kali pertama, longsoran tanah dan tembok penahan menimpa bagian depan rumahnya. Tak lama berselang,giliran potongan bangunan menimpa sebagian besar rumahnya.

Terhitung ada total 11 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tanah tidak mampu menopang rumah di atasnya. Empat rumah yang runtuh terjun ke bawah yakni milik Raisan, Epon, Rere, dan Pujiyanto. Keempat rumah itu berada di atas tebing setinggi delapan meter yang telah dibangun tembok penahan tanah.

Dugaan sementara, hujan yang terus mengguyur wilayah Kota Bogor menjadi salah satu pemicu tanah tidak lagi mampu menopang rumah yang ada di atasnya. Terlebih, warga mendirikan rumah di atas turap penahan tebing yang dibangun sejak tahun 1980an lalu.

Hingga Minggu (26/2) siang, tim SAR, TNI, Polri dan sejumlah aparat lainnya masih berusaha mencari korban yang diduga telah tewas tertimbun di dalam rumah. Upaya evakuasi menemui banyak kendala. Selain kondisi lapangan yang licin dan berbahaya karena hujan, tanah di sekitar lokasi juga cukup rawan longsor susulan. Selain itu, sejumlah material kayu bekas rumah yang roboh juga menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau bagian bawah rumah.

Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang meninjau lokasi mengatakan pihaknya siap memfasilitasi kontrakan bagi para korban longsor. "Bantuan pasti akan diberikan, baik berupa upaya relokasi maupun kemanusiaan," kata Diani.

Pihaknya mengakui jika masih banyak warga Kota Bogor yang hidup di tengah bahaya karena tinggal di tebing/turap penahan air seperti ini. Hujan yang diperkirakan masih akan terjadi di Kota Bogor hingga awal Maret diharapkan Diani untuk diwaspadai. "Bencana longsor bisa kapan saja terjadi. Oleh karena itu warga yang tinggal di daerah rawab harus mewaspadainya," katanya.

Upaya relokasi sendiri sebenarnya menjadi salah satu solusi yang paling baik dan aman bagi warga. Hanya saja, relokasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta kepahaman dari warga untuk mau direlokasi. (A-155/A-108)***

Menu Lainnya